Yogyakarta – Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY) menyelenggarakan workshop bertajuk “Using AI Intelligently” pada Rabu, 11 Februari 2026, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman peserta mengenai cara kerja serta penggunaan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) secara bijak dan bertanggung jawab di era digital saat ini. Kegiatan ini menghadirkan Prof. Djoko Budiyanto sebagai narasumber, dengan Pak Mario Rosario Wisnu Aji sebagai moderator, serta diikuti oleh peserta dari kalangan mahasiswa dan akademisi yang menunjukkan antusiasme tinggi terhadap perkembangan teknologi AI yang semakin relevan dalam berbagai bidang.
Dalam pemaparannya, Prof. Djoko menjelaskan bahwa AI pada dasarnya merupakan sistem yang bekerja dengan memprediksi kata berdasarkan pola dari data dalam jumlah besar yang telah dipelajari sebelumnya, sehingga mampu menghasilkan jawaban yang terdengar logis dan terstruktur, meskipun pada dasarnya sistem tersebut tidak memiliki pemahaman seperti manusia. Ia juga menekankan bahwa AI tidak dapat diposisikan sebagai “mesin kebenaran”, melainkan sebagai alat bantu yang berfungsi untuk mempercepat proses pekerjaan, khususnya dalam penulisan, analisis, maupun penyusunan informasi, sehingga pengguna tetap perlu memiliki kemampuan berpikir kritis dalam memanfaatkan teknologi tersebut.
Lebih lanjut, Prof. Djoko menguraikan bahwa cara kerja AI terdiri dari dua tahap utama, yaitu tahap pelatihan (training) dan tahap penggunaan (inference), di mana pada tahap penggunaan AI tidak lagi mempelajari hal baru, melainkan hanya memanfaatkan pengetahuan yang telah diperoleh sebelumnya untuk merespons input dari pengguna. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang menyebabkan AI masih memiliki keterbatasan, termasuk potensi menghasilkan informasi yang kurang akurat atau dikenal dengan istilah hallucination, sehingga pengguna tidak disarankan untuk menerima seluruh output secara langsung tanpa proses verifikasi lebih lanjut.
Sebagai upaya untuk meminimalkan risiko tersebut, peserta diperkenalkan pada pendekatan verifikasi informasi melalui prinsip 3C, yaitu Claim, Check, dan Context, yang bertujuan untuk membantu pengguna dalam menilai keabsahan informasi yang dihasilkan oleh AI secara lebih sistematis dan kritis. Selain membahas aspek teknis dan penggunaan, workshop ini juga menyoroti pentingnya etika dalam pemanfaatan AI, di mana penggunaan teknologi harus tetap mengedepankan prinsip transparansi, akurasi, serta tanggung jawab pengguna, sehingga AI dapat berfungsi sebagai alat yang mendukung produktivitas tanpa mengurangi integritas proses berpikir manusia.
Melalui kegiatan ini, diharapkan peserta tidak hanya memahami potensi besar yang dimiliki oleh AI, tetapi juga mampu menyadari keterbatasannya, sehingga penggunaan teknologi tersebut dapat dilakukan secara lebih bijak, kritis, dan bertanggung jawab, khususnya dalam konteks akademik maupun profesional.




